Kutipan Berharga Bulan Desember 2010 (Special Edition)
December 31, 2010
ini namanya dikerjar deadline, ngeblog, bagi penggemar serial kutipan berharga, mungkin ini adalah post terakhir serial ini…sedih…
eitss…karena hari ini adalah hari terakhir di tahun 2010, maka saatnya hijrah… dari masehi ke hijriah, serial berikutnya adalah kutipan berharga bulan muharram..hehehe beneran nih…
btw ulang tahun saya pun berubah, yaitu 30 RabiulAwal 1407.. dalam islam pergantian hari adalah ketika maghrib jadi bukan tengah malam.
sebagai pengantar, bulan ini adalah bulan di mana, saya mencoba memahami peran dakwah saya sebagai seorang profesional. Rumit memang, setidaknya saya selalu berfikir bagaimana seorang yang tertarbiyah harusnya bekerja. OK, inilah kutipan berharga bulan ini…
1. “andai disiksa, di Jahannam kita akan punya banyak kawan, adapun di alam barzakh, kesendirian itu saja sudah pasti sangat mengerikan”(Utsman Bin Affan)
‘Utsman hanya akan menunduk hening jika disebut tentang neraka, tapi tangisnya mengugu mengguncang bahu saat “kubur” diperdengarkan. dalam buku, dalam dekapan ukhuwah, Salim A.Fillah menjelaskan bahwa ,bukan berarti, ‘Utsman ra lebih suka disiksa di neraka dari pada di alam kubur, karena jangan lupa bahwa Utsman adalah orang yang dijamin masuk surga, jadi neraka “bukan” lagi ancaman. tapi itu adalah bukti bahwa alam barzakh(kubur) adalah siksa yang tidak kalah mengerikan, dari saat kita dikubur hingga kiamat, kita harus menunggu, sendirian atau bahkan disiksa. Na’udzubillah…
2. “Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.”(Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005, TENTANG GURU DAN DOSEN)
jadi inget kredo gerakan, “KAMMI adalah ilmuwan..”, itulah mengapa saya lebih sering menuliskan pekerjaan saya adalah ilmuwan/scientist, bukan dosen. jadi mungkin kalo dapat mertua terus nanya kerjaan kamu apa.. mungkin neranginnya lama..karena ga semua tau pekerjaan ilmuwan. hehe..
Profesi ini adalah profesi yang bisa dikatakan elit bahkan bisa jadi profesi yang mewah. kata Dr. Maman , tempat saya biasanya berkonsultasi tentang profesi ini, mencoba memotivasi saya pekerjaan dosen itu jalan-jalan keluar negeri…hehe.. tentu saja, saya bisa saja mengambil opsi tersebut, tapi sekali lagi, jika target hidup hanya seperti itu, buat apa saya 5 tahun jadi aktivis di KAMMI.
beberapa waktu kemarin ada kunjungan dari berbagai perusahaan manufaktur yang berkunjung ke kampus, berdiskusi tentang betapa Indonesia adalah pasar yang besar untuk IT, sekali lagi pasar, bukan produsen. Butuh puluhan tahun untuk menjadi negara penghasil, tapi harus dimulai. kurang lebih ada 100juta mobile phone di Indonesia, belum lagi perangkat jaringan seperti server, BTS, dll. namun…kita hanya jago instalasi saja… kita jago masang dan pakai buatan orang… bukan kita yang produksi…(lanjut ke kutipan berikutnya)
3. “Saya tidak tertarik dengan worldclass university, saya lebih sepakat bagaimana Institusi ini bisa bermanfaat bagi bangsa Indonesia” (pak AT, rektor IT Telkom)
pernyataan yang cukup ambisius dan idealis…
masih berhubungan dengan kutipan sebelumnya…
PT. Pindad dan Krakatau steel butuh 7 tahun hanya untuk membuat laras senapan.. lama.. tapi harus dimulai.
itulah tugas kami para ilmuwan… mungkin sekarang orang sedang mendukung timnas dengan label Garuda di Dadaku.. tapi suatu hari nanti saya yakin, rakyat Indonesia akan bersorak sorai, mendukung perjuangan kami..
karena itu lah bentuk perjuangan saya, itulah nasionalisme saya.. itulah bentuk kecintaan saya pada rakyat, pada umat..menciptakan kemandirian dan industri yang kokoh.. sehingga tiada lagi pengangguran.. sehingga tidak ada lagi rakyat kelaparan… suatu negara adalah rakyatnya .. bukan bendera, bahasa, atau sekedar garuda.
4. “guru itu justru hartanya banyak, ngasih ilmu aja kerjaannya”(Ust. Rahmat Abdullah)
bikin anak orang pintar, itulah tugas seorang guru… para mujahdi besar adalah para guru..
Hasan Albanna adalah guru SD, Dr. Abdullah Azzam pernah ditawari menjadi dosen di Alazhar, dan Ust. Rahmat juga adalah seorang guru… tapi ketika medan jihad telah memanggil.. para guru tersebutlah yang menjadi panglima perubahan.. mereka bergerak dari ruang kelas ke ruang yang lebih besar, jalanan, padang perang Afganistan, dan Gedung Legislatif..
5. Ridha Allah tidak terletak pada sulit atau mudahnya, tawa atau tangisnya. Tapi pada ketaatan kita dalam kondisi tersebut. (Salim A. Fillah)
Apa parameter hidup kita diridhoi? kita tentu mengenal istidraj(kelebihan yang diberikan namun justru untuk menyesatkan), kemudahan dalam hidup ataupun beratnya ujian hidup bukan berarti Allah SWT sedang ridho atau murka, tugas kita adalah berprasangka baik dan terus berusaha untuk taat dalam kondisi apapun… jika boleh mengutip dengan perkataan sahabat,bahwa semua izin/’Udzur telah dihapus dengan turunnya ayat, berangkatlah kamu dalam keadaan berat ataupun ringan, yah mungkin dalilnya kurang pas,namun cukup untuk memberi semangat.
sekian..selamat meninggalkan tahun 2010 M.









December 31, 2010 at 8:06 am
Apa hubungannya tuh sama smith chart?