Solusi Kemacetan Kota Besar dan Calon Kota Besar

July 26, 2010

beberapa bulan yang lalu kita dikejutkan dengan adanya kasus mobil menteri yang masuk ke jalur busway untuk menghindari kemacetan, sebelumnya menteri ESDM darwin saleh yang disindir oleh menteri jepang akibat datang telat karena terjebak macet.

beberapa hari ini di tv ramai di bicarakan mengenai ancaman kemacetan total di jakarta di beberapa tahun kedepan. jangankan sekarang, sejak tahun 1980an sudah ada jargon, di jakarta anda akan tua di jalan, karena kita akan menghabiskan waktu kita di jalan raya akibat kemacetan. jangankan di jalan umum, di jalan tol pun kita bisa terjebak macet.
selama ini jalan tol di anggap sebagai solusi utama kemacetan padahal jalan tol tidak lain bisa jadi hanya sebuah proyekan asing agar penduduk indonesia masif membeli kendaraan pribadi. jika kita bandingkan antara kendaraan umum dan kendaraan pribadi tentu kita melihat efisiensi ruang penggunaan jalan. misalkan untuk mobil pribadi yang hanya dipakai satu orang dibandingkan dengan angkot yang dipakai beberapa orang tentu, akan lebih efisien menggunakan kendaraan umum, karena ruang jalan yang dipakai sama namun jumlah orang yang ditransportasikan berbeda. logika ini membawa pada pembatasan jumlah kendaraan dengan 3 in 1, namun, sekali lagi kebijakan ini malah menjadi ladang usaha bagi beberapa kelompok masyarakat dengan adanya joki.

private vs mass transportation

private vs mass transportation


kebijakan baru yang coba diusulkan oleh mantan gubernur sutiyoso adalah electronic road pricing (ERP) yang memberikan kewajiban bagi pengguna jalan untuk membayar. dengan cara ini diharapkan, dana hasil ERP bisa di gunakan untuk perbaikan transportasi umum.

kemunduran transportasi massal
di beberapa daerah di pulau jawa kita melihat banyak sekali jalur kereta api yang “dimatikan” bisa kita lihat ada jalur kereta api yang menghubungkan kiara condong – dayeuhkolot – hingga soreang, namun jalur tersebut dimatikan bahkan sudah banyak bangunan yang berdiri di atasnya. padahal jalur peninggalan belanda tersebut adalah salah satu kunci solusi kemacetan di bojongsoang. begitu juga di daerah jawa tengah dan jawa timur, banyak sekali jalur kereta penghubung jalur utara dan jalur selatan yang dimatikan.
sehingga satu2nya kendaraan umum yang ada adalah angkot yang ngetem.

paradigma transportasi massal
suatu yang salah tentang konsepsi kendaraan umum adalah konsep kendaraan menunggu penumpang, ini lah yang terjadi di angkot. sedangkan konsep yang benar adalah penumpang menunggu kendaraan, seperti yang ada di busway trans jakarta, trans metro bandung dan kereta api yang biasa berangkat ada ataupun tidak ada penumpang. hal ini menjadi lingkaran setan, misalnya orang naik angkot akhirnya ngetem dan bosen, akhirnya orang beli kendaraan pribadi dan penumpang angkot sepi, jalan semakin ramai dan angkot terus menunggu penumpang yang semakin sepi dan semakin ngetem.

beberapa kebijakan di berbagai negara
di negara-negara maju transportasi massal adalah kunci menangani kemacetan. di singapura terdapat kendaraan pribadi yang hanya boleh keluar 2 hari sekali atau tiap hari, tergantung pajak yang dibayar, sebagai gantinya pajak tersebut digunakan untuk fasilitas kendaraan umum. harga bensin dan tarif parkir sangat mahal dan pajak kendaraan sangat tinggi sehingga hanya orang tertentu saja yang bisa beli kendaraan, namun di indonesia ini bisa jadi lahan empuk bagi mafia pajak. di jepang, sampai tingkat CEO pun, tidak sungkan naik kereta listrik.

bagaimana dengan indonesia?

sekarang siapa yang ndeso(countrified)? pemakai kendaraan pribadi atau pengguna busway?
sebenarnya pembahasannya masih banyak, kapan2 saya rapikan, saya hanya terinspirasi gambar lucu di atas.
(kesimpulannya demonstrasi bukan penyebab kemacetan!!)

4 Responses to “Solusi Kemacetan Kota Besar dan Calon Kota Besar”

  1. ramapermana Says:

    ditunggu versi yg rapinya mas..


  2. titip bagi yang butuh informasi tentang rute angkutan umum di indonesia silahkan mampir Rute Transportasi Umum di Indonesia. trims


  3. […] lelucon arab, life style Ini adalah inspirasi lain yang kudapat dari sebuah gambar yang diposting seorang  senpai (gambarnya diambil dengan semena-mena, gapapa ya boz… ). Tapi tenang saja, bahasannya beda […]


  4. […] adalah inspirasi lain yang kudapat dari sebuah gambar yang diposting seorang  senpai (gambarnya diambil dengan semena-mena, gapapa ya boz… ). Tapi tenang saja, bahasannya beda […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: