Graphene, Bahan Super-Processor Masa Depan

October 7, 2010

iseng2 mbaca headline di google group koran digital, ada fisikawan asal Universitas Manchester yang mendapatkan hadiah Nobel di bidang fisika 5 oktober kemarin pada umur 36 tahun (termuda) setelah berhasil mengambil sampel Graphene dengan selotip dari botol bir Scotch 3M..dari grafit. sebuah penemuan yang luar biasa dengan biaya yang murah, artinya penelitian tidak identik dengan biaya mahal. kalaupun ada ilmuwan yang menyalahkan politisi karena kurangnya biaya penelitian, maka itu adalah salah ilmuwan itu sendiri karena tidak ada dari mereka yang mandiri atau berjuang di dunia politik untuk memperjuangan kemajuan iptek di indonesia.

Graphene dilihat dengan Mikroskop Elektron

Graphene dilihat dengan Mikroskop Elektron


ok balik lagi ke graphene, graphene adalah 1 lapis atom grafit yang merupakan isomer dari karbon dan berlian. Grafit sendiri biasanya digunakan sebagai mata pencil yang berwarna hitam. Graphene mempunyai struktur seperti sarang lebah segienam. grafit sangat mudah terpisah dari lapisan lainnya dan seperti itulah pensil bekerja, tiap kali pensil digesekkan ke kertas akan ada bagian dari ujung pensil yang menempel ke kertas. grafit yang merupakan isomer dari karbon sangat ringat tapi kuat karena itu sering dipakai sebagai bahan raket tenis maupun badminton. Grafit juga bersifat seperti konduktor seperti tembaga, coba sambungkan batere ke kabel dan ke kedua ujung mata pensil lalu tes dengan lampu kecil, maka akan menyala tanda bahwa mata pensil menyalurkan elektron.

animated-simulation of graphene

animated-simulation of graphene

untuk mengambil sampel graphene digunakan selotip yang ditempelkan ke grafit lalu di ambil sehingga tinggal satu lapis atom yang menempel. graphene ini sangat berpotensi menjadi bahan-bahan utama dalam teknologi masa depan seperti prosesor dengan kecepatan 1 Tera Hz atau 300-400 kali pentium 4. selain itu karena ringan dan kuat bisa digunakan sebagai bahan pesawat super ringan atau mungkin buat robot raksasa super ringan(mirip gundam :P). penerapan lainnya adalah, karena graphene ini tipis, dan hampir transparan bisa dibuat bahan LCD.

Lapisan udara - graphene

Lapisan udara - graphene


permasalahannya kita tidak mungkin memproduksi secara masal graphene dalam waktu singkat dengan selotip, karena kurang lebih dibutuhkan 5-10 tahun untuk memproduksi secara massal graphene dengan teknologi tertentu. Grafit sebagai bahan dasar graphene diproduksi sekitar 1,1 juta ton di dunia pada tahun 2007. wah, peluang nih, saya yakin karbon tersedia cukup besar di Indonesia, maka ini saatnya kita mengejar ketertinggalan dalam teknologi nano. dengan begitu perangkat elektronik seperti motherboard, RAM, dan perangkat semikonduktor mulai bisa diproduksi di Indonesia.
Graphite

Graphite


sumber: reuters dan koran-digital
ooops..baru ingat 1 Oktober 2010 kemarin tepat 5 tahun aku bergabung di KAMMI…selamat milad ya..

3 Responses to “Graphene, Bahan Super-Processor Masa Depan”

  1. indi Says:

    tengkyuuuuu… DANKEN!!!!! makasih yaaa…😀 nice article!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: