Heart and Brain

December 22, 2010

Heart sebenarnya tidak bisa diartikan dengan hati. Heart bisa dalam bahasa Arab menjadi Qalbun, baik heart maupun qalbun tidak bisa diIndonesiakan menjadi hati, karena lebih tepat jika diartikan jantung. Karena itu suasana heart lebih mencerminkan kondisi jantung daripada kondisi hati. Perasaan seorang manusia bisa kita rasakan dari kondisi jantung, bukan dari kondisi hati, yang nantinya akan mempengaruhi kondisi Otak. Tapi, untuk kenyamanan tulisan, seterusnya, hati yang saya maksud adalah heart.

Liebe

Liebe


Ketika hati sang Rasul SAW, gundah.

“ Wahai Rasulullah, Sungguh Allah tak hendak menyulitkanmu dalam perkara ini. Sungguh masih banyak perempuan selain ‘Aisyah untuk kau nikahi…” itulah penggalan pendapat ‘Ali ketika Rasulullah SAW meminta pendapat tentang fitnah dari kaum munafik tentang ‘Aisyah ra dan Shafwan bin Al-mu’aththal ra. Pendapat ‘Ali ra bukanlah untuk menjelek-jelekkan ‘Aisyah ra, namun semata-mata untuk menenangkan hati sang Nabi SAW agar fitnah tersebut tidak terlalu menjadi beban pikiran yang berat di pikiran Rasul SAW, karena masih banyak urusan umat yang harus diurus sang Rasul SAW. ‘Aisyah ra, adalah istri Rasulallah SAW yang paling dicintai saat itu, oleh karena itu, fitnah tersebut tentu sangat membebani hati dan pikiran sang Rasul SAW. Akhirnya Allah SWT pun memberi petunjuk bahwa fitnah itu hanya sekedar kabar bohong semata.

The Cross-Shaped Wound
Jadi teringat film Rurouni kenshin, diceritakan bahwa, Kenshin adalah seorang pendekar pedang berdarah dingin yang tidak terkalahkan saat itu. Saat itu musuh dari Kenshin berkonspirasi untuk membunuh Kenshin dengan membuat Kenshin jatuh cinta dan nantinya membuat emosi Kenshin labil dengan mengatakan bahwa sebenarnya perempuan yang dia cintai adalah mata-mata musuh.
“Even the cruelest murderer is easy prey for unexpected emotions..” kata sang konspirator. Bahkan pembunuh tersadis pun adalah mangsa yang empuk ketika emosinya sedang kacau…

Dari sinilah kita melihat antara hubungan kinerja otak / badan dengan hati seseorang. Beberapa bulan yang lalu, Sebelum teman saya menikah, dia SMS saya kurang lebih seperti berikut isinya..
“Loving a person too much means giving that person more power destroy yourself”.. terlalu mencintai seseorang berarti memberi kekuatan lebih kepada orang tersebut untuk menghancurkan diri anda.. namun, kecenderungan hati untuk memilih jiwa untuk dicintai bukanlah sesuatu yang matematis.. kita tidak perlu alasan logis untuk jatuh cinta. It is out of our control.

Otak itu seperti prosesor, ada otak yang mempunyai kemampuan komputasi yang tinggi sebagaimana sebuah super-prosesor. Namun computer dengan super-prosesor tidak akan berdaya jika isi dari memori-nya bukan berupa instruksi komputasi tapi berisi instruksi virus yang menghabiskan resource dari computer tersebut, yang akhirnya kita sebut sebagai “busy” yang mengakibatkan performance dari computer tersebut drop. Memori tersebut adalah hati, ketika memori berisi virus atau hati itu berisi virus maka bisa menjangkiti kinerja organ yang lain.. seperti tidak bisa berpikir atau tidak nafsu makan…yang akhirnya membawa pada sakit badan.

Jangankan kita yang manusia biasa, bahkan sang Rasul SAW pun pernah mengalami hal tersebut… eits, bukan berarti perempuan itu virus ya… jangan lupa ‘Aisyah ra adalah salah satu perempuan cerdas yang meriwayatkan banyak hadits. Jika di analogikan dengan computer lagi, jika prosesor bertemu dengan system operasi atau aplikasi scheduler yang tepat, maka performansi computer tersebut bisa meningkat. Yang jelas, they have the authority of our heart …
Dulu kata guru kimia SMA ku, setelah kelompok praktikumku hampir membakar lab kimia, kamu punya dua otak prof, tapi kurang punya hati ..
I think, she was wrong..

2 Responses to “Heart and Brain”

  1. sukmadewi mega Says:

    masak sih?. kok kalau aku sudah tahu y, bakal jatuh cinta dg yang begini, begini dan begitu. kalo gak begini, begini dan begitu gak akan seketika jatuh cinta/mudah jatuh cinta. kecuali terbiasa. karena cinta sangat bisa datang krn terbiasa –> cinta bukan sesuatu yg out of control walopun bukan sesuatu yg matematis juga.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: